Venomous Snakes, Slippery Eels and Harun Yahya

From Iaprojects

Original Article: English

Title: Venomous Snakes, Slippery Eels and Harun Yahya by Richard Dawkins

Source: http://richarddawkins.net/articles/2833

In 2006, I was one of tens of thousands of academic scientists all around the world who received, unsolicited and completely free, a huge and lavishly illustrated book called Atlas of Creation by the Turkish Muslim apologist Harun Yahya. The thesis of the book, which was published in eleven languages, is that evolution is false. The main 'evidence' consists of page after page of beautiful photographs of fossil animals, each one accompanied by a modern counterpart that is said to have changed not at all since the time of the fossil. It is a large-format book, a thick coffee-table book with more than 700 high-gloss colour pages. The cost of production of such a book must have been extremely high, and one is bound to wonder where the money came from to produce it and then distribute it gratis in so many copies and so many languages.

Given that the entire message of the book depends upon the alleged resemblance between modern animals and their fossil counterparts, I was amused, when I began flicking through at random, to find page 468 devoted to "eels", one fossil and one modern. The caption says,

There are more than 400 species of eels in the order Anguilliformes. That they have not undergone any change in millions of years once again reveals the invalidity of the theory of evolution.

The fossil eel shown may well be an eel, I cannot tell. But the modern "eel" that Yahya pictures (see left) is undoubtedly not an eel but a sea snake, probably of the highly venomous genus Laticauda (an eel is, of course, not a snake at all but a teleost fish). I have not scanned the book for other inaccuracies of this kind. But given that this was almost the first page I looked at . . . what price the main thesis of the book that modern animals are unchanged since the time of their fossil counterparts?

Incidentally, in May 2008 Harun Yahya, whose real name is Adnan Oktar, was sentenced in a Turkish court to a three-year prison sentence "for creating an illegal organization for personal gain."

Postscript added 8th July

I have now looked at some more pages of this preposterous book. The double page spreads on page 54-55, 368-369, and 414-415 are all labelled 'Crinoid', and all purport to show how similar ancient fossil crinoids are to modern ones. Crinoids are stalked relatives of starfish, members of the phylum Echinodermata. The three spreads have almost identical captions. Here's the one on page 54:

The 345-million-year-old crinoid fossil, identical to its living counterparts, invalidates the theory of evolution. Crinoids that have remained unchanged for 345 million years refute the theory of evolution, manifesting the creation of God as a fact.

And all three spreads show a beautiful colour photograph of modern crinoids to illustrate the point. Except that, in all three cases, the modern animal pictured is not a crinoid. It isn't even an echinoderm. It isn't even a deuterostome (the sub-kingdom to which the echinoderms, and we, belong). Zoologist readers will recognize it as a tube-dwelling annelid worm, a sabellid.

On page 402, there are four fossil pictures, correctly labelled Britttlestar. The brittlestars are one of the major classes of echinoderms, others being starfish, sea urchins and crinoids. Once again, we have the standard-issue creationist caption:

This 180-million-year-old fossil reveals that brittlestars have been the same for 200 million years. These animals, no different to those living today, once again reveal the invalidity of evolution.

Here we have not one but two photographs of living animals to illustrate the lack of change since the fossils. One of these modern animals is indeed a brittlestar. The other is a starfish! Member of a completely different class of echinoderms and obviously very different to even the meanest glance.

Finally, PZ has already called attention to this on Pharyngula, but I include a picture for completeness. On page 244, Yahya wishes to say that caddis flies have not changed since some 25-million-year-old insects preserved in amber. Once again, the caption:

These living things have survived for millions of years without the slightest change in their structures. The fact that these insects never changed is a sign that they never evolved.

By now, we have come to expect something pretty good when we look at the photograph of the modern animal. What will the modern 'caddis fly' be? A minnow, perhaps? A garden slug? A king prawn? No, in a way is better than any of these: A fishing lure, complete with prominent steel hook!

I am at a loss to reconcile the expensive and glossy production values of this book with the "breathtaking inanity" of the content . Is it really inanity, or is it just plain laziness - or perhaps cynical awareness of the ignorance and stupidity of the target audience - mostly Muslim creationists. And where does the money come from?

Written especially for RichardDawkins.net

Terjemahan: Bahasa Indonesia

Judul: Ular-ular Berbisa, Belut-belut Licin dan Harun Yahya oleh Richard Dawkins

Diterjemahkan dari: http://richarddawkins.net/articles/2833

Pada tahun 2006, saya adalah salah satu dari puluhan ribu sarjana akademi di seluruh dunia yang menerima, tanpa diminta dan sepenuhnya gratis, sebuah buku besar yang mewah berjudul Atlas of Creation (Peta Penciptaan) yang ditulis oleh seorang Muslim Turki bernama Harun Yahya. Tesis dari buku tersebut, yang diterbitkan dalam sebelas bahasa, yaitu bahwa evolusi adalah palsu. 'Bukti' utama terdiri dari halaman demi halaman berisi foto-foto indah berbagai fosil hewan, dimana masing-masing fosil tersebut disertai dengan hewan modern yang setara yang disebutkan tidak berubah sama sekali sejak waktu terbentuknya fosil itu. Ini adalah buku berformat besar, buku-meja yang tebal dengan lebih dari 700 halaman high-gloss berwarna. Biaya produksi untuk buku semacam itu pastilah sangat tinggi, dan orang pasti akan bertanya-tanya darimana uang untuk memproduksinya lalu dibagi-bagikan secara gratis dalam begitu banyak eksemplar dan bahasa.

Mengingat bahwa seluruh pesan yang disajikan dalam buku itu mengandalkan pada dugaan kemiripan antara binatang modern dan fosil pasangannya, saya merasa geli, ketika saya mulai membolak-balik secara acak, dan menemukan halaman 468 yang diperuntukkan bagi "belut", satu fosil dan satu hewan modern. Tertulis dalam penjelasan gambarnya,

Terdapat lebih dari 400 spesies belut dalam ordo Anguilliformes. Bahwa belut-belut itu tidak mengalami perubahan apapun dalam jutaan tahun, sekali lagi menunjukkan tidak berlakunya teori evolusi.

Fosil belut yang ditunjukkan mungkin saja memang seekor belut, saya tidak yakin. Namun 'belut' modern yang ditunjukkan Yahya dalam foto tidak diragukan lagi bukanlah seekor belut melainkan seekor ular laut, kemungkinan jenis Laticauda yang sangat beracun (seekor belut, tentu saja, bukan ular melainkan ikan yang termasuk dalam kelas teleost). Saya belum melihat secara detil keseluruhan isi buku itu untuk mencari ketidaktepatan lain yang sejenis. Tetapi mengingat ini hampir merupakan halaman pertama yang saya lihat: Seberapa bernilaikah tesis buku ini yang mengatakan bahwa hewan-hewan modern tidak berubah sejak zaman pasangan fosil-fosil mereka?

Secara kebetulan, pada Mei 2008 Harun Yahya, yang nama sebenarnya adalah Adnan Oktar, dihukum di sebuah pengadilan Turki untuk menjalani tiga tahun penjara "karena menciptakan sebuah organisasi ilegal untuk kepentingan pribadi"

Catatan yang ditambahkan pada 8 Juli

Kini saya telah melihat beberapa halaman lagi dari buku yang tidak masuk akal ini. Halaman ganda yang membentang pada halaman 54-55, 368-369, dan 414-415 semuanya diberi label 'Crinoid', dan semua ditujukan untuk menunjukkan betapa serupanya fosil semua crinoid kuno dengan yang modern. Hewan-hewan yang termasuk dalam divisi Crinoid adalah kerabat dekat bintang laut, anggota Echinodermata. Ketiga pemaparan itu memiliki penjelasan yang hampir sama. Ini yang tertulis pada halaman 54:

Fosil crinoid yang berusia 345 juta tahun ini, identik dengan pasangan-pasangannya yang masih hidup, menjadikan teori evolusi tidak berlaku. Crinoid-crinoid yang tidak berubah selama 345 juta tahun membuktikan ketidakbenaran teori evolusi, menyatakan penciptaan Tuhan sebagai fakta.

Dan ketiga paparan gambar tersebut menampilkan foto berwarna indah dari crinoid-crinoid modern untuk mengilustrasikan maksudnya. Kecuali bahwa, dalam ketiga kasus itu, hewan modern yang ditunjukkan dalam foto bukan crinoid. Bahkan bukan echinodermata. Malahan bukan deuterostome (sub-kerajaan dimana echinodermata, dan kita, termasuk di dalamnya). Para pembaca yang adalah zoologist akan mengenalinya sebagai cacing annelid berbadan silinder, seekor sabellid.

Pada halaman 402, terdapat empat foto fosil, dengan benar dinamai Brittlestar. Brittlestar adalah salah satu kelas utama echinodermata, selain bintanglaut, bulu babi, dan crinoid. Sekali lagi, kita menemukan kutipan penciptaan yang standar:

Fosil berumur 180 juta tahun ini menunjukkan bahwa brittlestar tetap sama selama 200 juta tahun. Hewan-hewan ini, tidak ada bedanya dengan yang hidup sekarang, sekali lagi membuktikan ketidakbenaran evolusi.

Disini kita tidak hanya menemukan satu tetapi dua foto hewan hidup untuk menggambarkan tidak adanya perbedaan dengan fosil-fosil. Salah satu dari hewan modern ini adalah brittlestar. Yang lainnya adalah seekor bintang laut! Anggota dari kelas echinodermata yang sama sekali lain dan jelas-jelas sangat berbeda bahkan hanya dengan melihat sekilas.

Akhirnya, PZ meminta perhatian pada Pharyngula, tetapi saya menyertakan sebuah foto untuk lengkapnya. Pada halaman 244, Yahya ingin mengatakan bahwa lalat caddis tidak berubah sejak sejumlah serangga berumur 25 juta tahun terawetkan dalam batu amber. Sekali lagi, keterangannya:

Makhluk-makhluk hidup ini bertahan selamat selama jutaan tahun tanpa perubahan sedikitpun pada strukturnya. Kenyataan bahwa serangga-serangga ini tidak pernah berubah adalah tanda bahwa mereka tidak pernah berevolusi.

Sekarang, saatnya kita mengharapkan sesuatu yang cukup bagus saat kita melihat foto hewan modernnya. Seperti apa 'lalat caddis' modern itu? Seekor ikan air tawar mungkin? Seekor siput kebun? Seekor udang besar? Tidak, malah lebih bagus lagi: Seekor umpan pancing, lengkap dengan kait besi yang menyolok!

Saya kewalahan untuk menyesuaikan nilai produksi buku yang mahal dan glossy ini dengan "kebodohan yang menyesakkan" yang menjadi isinya. Apakah benar kebodohan, atau hanya kemalasan - atau mungkin kesadaran sinis dari ketidakpedulian dan kebodohan pembacanya yang jadi sasarannya - kebanyakan adalah para Muslim kreasionis (yang percaya pada cerita penciptaan). Lalu darimanakah uangnya berasal?

Catatan Tambahan (dari penerjemahan)

Ordo Anguilliformes: Ordo ikan panjang yang terdiri dari belut-belut. Semua ikan dalam ordo ini memiliki tubuh menyerupai-ular dan siripnya tidak bertulang panggul. Ordo ini termasuk juga belut air tawar (Anguilidae), belut moray (Muraenidae), dan belut conger (Congridae). (sumber: http://encyclopedia.farlex.com/order+Anguilliformes)

Crinoid: http://en.wikipedia.org/wiki/Crinoid

Cacing Annelid : Cacing dengan tubuh silinder yang bersegmen secara internal maupun eksternal. (sumber: Wordweb dictionary)

Your Ad Here
Personal tools