Penciptaan menurut peradaban Hongaria

From Iaprojects

Gelombang laut abadi bergolak dan menghempas. Gelombangnya mengguncang dan buihnya mendesis. Tidak ada bumi dimanapun, namun di ketinggian tak terkira, diatas rumah emasnya, duduk bapak surga agung di singgasana emasnya.

Ia tua, dengan rambut putih dan janggut putih, tuhan yang abadi. Di jubah hitamnya ada ribuan bintang berkelip. Disisinya duduk istrinya, bunda langit agung. Di jubah putihnya (palast) ada ribuan bintang berkilau. Ia adalah bahan purba dimana segalanya diciptakan. Mereka ada selamanya di masa lalu dan masa depan abadi.

Di depan mereka berdiri anak berambut sinar matahari emas, tuhan matahari Magyar. Anak ini bertanya pada ayanhya: “kapan kita menciptakan dunia manusia ayahku?”

Gelombang laut abadi tetap bergolak dan menghempas. Gelombangnya mengguncang dan buihnya mendesis. Bapak langit berambut abu-abu tua merendahkan kepalanya. Ia memikirkan pertanyaan itu sementara lalu ia mengangkat kepala berambut putihnya dan berbicara pada anaknya. — Anakku yang berambut emas, mari kita menciptakan dunia untuk manusia, sehingga, mereka yang akan jadi anakmu akan memiliki tempat untuk hidup. — Bagaimana kita menciptakan dunia itu, ayahku? — Ini adalah caranya. Di kegelapan lautan biru keabadian ada mata-mata yang tertidur (benih), biji-biji yang tertidur [sem=mata/biji kecil] Magya yang tertidur [Mag=benih, Magyar=manusia]

Kemudian turunlah ke kedalaman laut besar dan bawa naik benih-benih tertidur dan mata-mata bermimpi itu, sehingga kita dapat menciptakan dunia dengannya. Sang putra mengikuti petunjuk ayahnya, ia mengguncang dan merubah dirinya menjadi burung emas, menjadi bebek penyelam emas. Lalu ia terbang ke lautan. Ia berenang sebentar di atas air dan ia terhantam ombak laut sebentar. Ia lalu menyelam ke dalam lautan biru, mencari ke dasar, namun tidak dapat mencapainya. Ia kehabisan napas sehingga naik lagi ke permukaan.

Ia berenang ke atas lagi, terombang-ambing lagi oleh gelombang, ia mengumpulkan kekuatan sejenak. Setelah mengambil napas dalam ia menyelam lagi ke kedalaman lautan, ke dalam kegelapan, perlahan mengeluarkan udaranya, yang seperti mutiara bergetar naik ke atas dan meletup di permukaan lautan yang bergelora.

Akhirnya paruhnya menghantam dasar laut, ke pasirnya. Ia mengambilnya dengan paruh dan seperti panah, ia menembakkannya ke permukaan air. Dari permukaan dasar lautan, ia membawa mata-mata/biji-biji tertidur, "ügyücske" [mata kecil?] perak. Mata-mata yang tertidur bangun, mata-mata yang mengantuk terbuka dan tumbuh menjadi mahluk hidup.

Personal tools
Other sites